Selamat datang di blog IPS kami! Di sini, kami menyajikan pembelajaran yang menarik tentang Ilmu Pengetahuan Sosial untuk siswa kelas 7 SMP. Temukan pengetahuan tentang masyarakat, geografi, sejarah, dan ekonomi dengan cara yang interaktif dan menyenangkan. Nikmati materi menarik, metode pembelajaran inovatif, dan integrasi teknologi untuk memperkaya pengalaman belajar.
Kamis, 10 Agustus 2023
Materi Tema 1
TEMA 1 KELUARGA AWAL KEHIDUPAN
A. Keberadaan Diri dan Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan
pertama dan terdekat bagi sebagian besar kehidupan kita. Kalian pasti pernah
merasakan waktu bersama keluarga begitu menggembirakan. Keluarga menjadi tempat
untuk tumbuh dan berkembang yang disertai dengan cinta dan kasih. Kalian patut
bersyukur hingga saat ini bersama keluarga. Bagi sebagian teman-teman kalian,
ada juga yang belum mengetahui keluarga inti mereka.
Apakah kalian mengetahui dari
mana silsilah keluarga kalian berasal? Kalian kelak akan menjadi orang tua,
kakek nenek, atau kedudukan keluarga lain yang akan diingat oleh generasi
selanjutnya sebagai informasi sejarah. Artinya, kita akan menjadi sejarah bagi
generasi berikutnya.
Orang tua kita mempunyai cerita
hidup masing-masing. Situasi masa lalu yang dialami oleh orang tua dapat
menjadi pelajaran berharga untuk kehidupan kalian saat ini. Silsilah keluarga
merupakan cerminan dari sejarah. Kata sejarah berasal dari kata syajarah yang
bermakna pohon. Silsilah keluarga yang kalian gambarkan sebelumnya seperti
pohon yang terus tumbuh dan berkembang melalui lintasan waktu dan berbagai
peristiwa. Peristiwa keluarga yang terjadi di masa lalu dapat diamati pada masa
sekarang dengan melihat jejak-jejaknya, seperti kebiasaan, norma, dan
benda-benda peninggalan yang dapat menjadi pedoman untuk hidup kalian saat ini.
Pengetahuan tentang silsilah
keluarga ini menggambarkan keterkaitan antara manusia, waktu, dan ruang sebagai
unsur-unsur sejarah. Kalian dapat merasakan capaian kesuksesan para pendahulu
(unsur manusia) pada masa lalu (unsur waktu) dalam kehidupan mereka
masing-masing (unsur ruang). Peristiwa tersebut dapat mendorong kalian untuk
belajar atau sukses lebih baik lagi. Melalui sejarah silsilah keluarga
tersebut, kalian dapat memberikan inspirasi, renungan ataupun keinginan yang
kelak kalian rencanakan dan perlu kalian wujudkan. Segala sesuatu yang terjadi
pada masa lalu dapat menjadi landasan untuk bertindak di masa sekarang dan masa
yang akan datang.
Berdasarkan kejadian tersebut,
manusia merupakan pelaku sejarah yang beraktivitas pada masa lampau. Unsur
waktu menggambarkan periode berlangsungnya perjalanan kisah manusia tersebut.
Unsur ruang dalam sejarah berfungsi menjelaskan lokasi atau tempat di mana
aktivitas manusia pada masa lampau. Ruang ini merupakan tempat di bumi dalam
bentuk perairan di darat maupun laut, daratan permukaan maupun di dalam bumi
yang memengaruhi kehidupan. Berbagai makhluk hidup di bumi menjadi bagian dari
ruang.
B. Mengenal Lokasi Tempat Tinggal
1.
Lokasi
Lokasi merupakan letak objek di
permukaan bumi. Lokasi dibedakan menjadi lokasi absolut dan lokasi relatif.
Lokasi absolut merupakan letak yang bersifat tetap terhadap sistem koordinat.
Contoh dari lokasi absolut yaitu Indonesia terletak pada 6ºLU–11ºLS dan
95ºBT–141ºBT. Letak ini tidak akan berubah selama sistem koordinat yang
digunakan sebagai dasar perhitungan masih menggunakan garis ekuator dan
meridian Greenwich.
Lokasi relatif merupakan letak
tempat yang dapat berubah karena keadaan di sekitarnya. Sebagai contoh, awalnya
Kabupaten Tanatidung termasuk dalam Provinsi Kalimantan Timur, tetapi saat ini
merupakan Kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara. Selain itu, lokasi relatif
memiliki pengaruh pada nilai suatu objek. Lokasi di dekat jalan raya memiliki
harga tanah yang lebih mahal tetapi kurang sesuai untuk tempat tinggal karena
suara bising dan bahaya polusi udara dari kendaraan bermotor. Oleh karena itu,
dapat dikatakan bahwa lokasi yang berkaitan dengan keadaan sekitarnya memiliki
kelebihan dan kekurangan.
2.
Kondisi Wilayah Indonesia
a. Letak
dan Luas
Indonesia adalah negara terluas
di Asia Tenggara dengan luas daratan sebesar 1.910.932,37 km2 dan luas lautan
mencapai 5,8 juta km2 (Kemenko Maritim, 2019). Letak geografis adalah posisi
suatu wilayah berdasarkan kenyataan di permukaan bumi. Secara geografis,
Indonesia berada di antara dua benua dan dua samudra yaitu Benua Asia dan
Australia serta Samudra Hindia dan Pasifik. Letak geografis tersebut memberikan
keuntungan bagi Indonesia seperti:
·
Indonesia
menjadi jalur perdagangan internasional
·
Memiliki
kebudayaan yang beragam, salah satunya bahasa, karena adanya akulturasi budaya
asing dan lokal.
·
Transportasi
laut semakin berkembang dan mendapat perhatian karena sebagai jalur perdagangan
internasional.
Letak astronomis merupakan posisi
suatu tempat yang didasarkan pada garis lintang dan bujur. Garis lintang
merupakan garis khayal yang melingkari bumi secara horizontal. Garis bujur
merupakan garis khayal yang melingkari bumi secara vertikal serta menghubungkan
Kutub Utara dan Kutub Selatan. Sebagai contoh, Indonesia memiliki letak
astronomis 6ºLU–11ºLS dan 95ºBT–141ºBT. Dampak letak ini menyebabkan perbedaan
waktu sehingga terdapat tiga pembagian zona waktu di Indonesia.
Penetapan tiga zona waktu seperti
sekarang ini dimulai sejak 1 Januari 1988. Penetapan zona waktu tersebut
menyebabkan perbedaan waktu beribadah, jam beraktivitas, dan tantangan
komunikasi antarzona waktu. Berikut merupakan pembagian wilayah berdasarkan
zona waktu di Indonesia:
1)
Waktu Indonesia Barat (WIB)
Zona waktu ini berdasarkan garis
meridian pangkal 105ºBT. Wilayah zona waktu ini mencakup provinsi di Pulau
Sumatra, Jawa, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
2)
Waktu Indonesia Tengah (WITA)
Zona waktu ini didasarkan pada
meridian pangkal 120ºBT. Cakupan wilayahnya meliputi Provinsi Kalimantan Timur,
Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT),
dan provinsi-provinsi di Pulau Sulawesi.
3)
Waktu Indonesia Timur (WIT)
Zona waktu yang didasarkan pada
meridian pangkal 135ºBT. Wilayah zona waktu ini mencakup provinsi di Pulau
Papua dan Maluku.
b. Cuaca
dan Iklim
Cuaca merupakan kondisi rata-rata
udara di suatu wilayah yang relatif sempit dan dalam waktu yang singkat. Sedangkan
iklim merupakan kondisi cuaca rata-rata tahunan pada wilayah dengan cakupan
yang luas. Contoh dari cuaca yaitu: suhu udara di Kabupaten Bantul pagi ini
mencapai 24 oC, kemarin Kabupaten Berastagi diguyur hujan deras, sore ini
terjadi hujan lebat disertai angin di Kabupaten Bogor dengan arah angin dari
selatan dan kecepatan mencapai 25 km/jam. Contoh iklim yaitu: Indonesia
beriklim tropis, pada tahun 2017 suhu udara rata-rata di Yogyakarta yaitu 26,05
ºC, dan rata-rata curah hujan terjadi pada bulan November sebanyak 692,50 mm3.
Indonesia memiliki iklim tropis
yang terdiri dari dua musim yaitu musim hujan dan kemarau. Musim hujan biasa
terjadi antara OktoberMaret, sedangkan musim kemarau terjadi antara bulan
April-September. Arus angin yang banyak mengandung uap air bergerak dari
Samudra Pasifik melewati Laut Cina Selatan menyebabkan musim hujan di Indonesia
terutama wilayah bagian barat. Semakin ke timur curah hujan semakin rendah
karena hujan telah banyak jatuh dan menguap di bagian barat.
Keadaan iklim dapat diamati
dengan memperhatikan unsur-unsur cuaca dan iklim. Unsur-unsur tersebut antara
lain, penyinaran matahari, suhu udara, kelembaban udara, angin, dan hujan.
Iklim berpengaruh dalam kehidupan manusia seperti pada sektor pertanian. Tanaman
tropis memiliki banyak varietas yang kaya akan hidrat arang terutama tanaman
bahan makanan pokok. Berikut pengaruh unsur-unsur iklim terhadap tanaman:
1)
Penyinaran matahari
Penyinaran matahari adalah
lamanya matahari bersinar cerah yang dihitung dari matahari terbit hingga
terbenam. Lamanya penyinaran matahari dapat memengaruhi fotosintesis tanaman
dan dapat meningkatkan suhu udara.
2) Suhu
Suhu merupakan derajat panas atau
dingin yang diukur dengan skala tertentu. Pengaruh suhu terhadap tanaman yaitu mengurangi
kadar air sehingga cenderung menjadi kering.
3) Kelembaban
Kelembaban udara adalah kemampuan
udara dalam mengandung uap air. Tingkat kelembaban udara dipengaruhi kandungan
jumlah uap air dalam udara. Pengaruh kelembaban udara terhadap tanaman yaitu
membatasi hilangnya air.
4) Angin
Angin adalah pergerakan alami
udara yang sejajar dengan permukaan bumi. Faktor terjadinya angin yaitu
perbedaan tekanan atmosfer dari satu tempat dengan tempat lainnya. Pengaruh
angin terhadap tanaman yaitu membantu proses penyerbukan secara alami,
mengurangi kadar air.
5) Curah Hujan
Curah hujan merupakan intensitas
air hujan yang jatuh ke permukaan bumi akibat kondensasi selama periode waktu
tertentu. Pengaruh hujan terhadap tanaman yaitu dapat meningkatkan kadar air
dan mengikis tanah.
c. Kondisi
Geologis
Letak geologis adalah posisi
suatu wilayah yang didasarkan pada struktur geologi atau susunan batuan di
sekitarnya. Secara geologis, Indonesia dilalui dua jalur pegunungan dunia yaitu
Pegunungan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Letak tersebut menyebabkan
Indonesia memiliki banyak gunung api aktif. Jalur pegunungan di Indonesia
membentang dari ujung utara Sumatra memanjang melalui pantai barat Sumatra,
melewati Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Banda, Sulawesi, dan Halmahera. Jumlah
gunung aktif di Indonesia sebanyak 127 gunung api.
Aktivitas vulkanik yang intens di
Indonesia terjadi karena pertemuan tiga lempeng dunia. Lempeng Eurasia di
sebelah utara, Lempeng IndoAustralia di sebelah selatan, dan Lempeng Pasifik di
sebelah timur. Pertemuan lempeng tektonik dapat menyebabkan patahan, retakan,
dan kerusakan pada kerak bumi yang memungkinkan magma mengalir ke permukaan
bumi dan terbentuk gunung api.
Aktivitas ketiga lempeng tersebut
juga membuat Indonesia menjadi wilayah yang rawan terjadi gempa bumi. Selain
dampak negatif, letak geologis Indonesia juga memberikan dampak positif
seperti:
·
Tanah
menjadi subur terutama di kawas an dekat gunung berapi karena banyak mengandung
unsur hara.
·
Memiliki
keanekaragaman flora dan fauna. Bagian barat Indonesia terdiri dari lempeng
yang berasal dari negara-negara Asia, sehingga memiliki kesamaan dengan jenis
flora dan fauna di Asia. Bagian Tengah Indonesia merupakan bagian Lempeng
Asia-Australia sehingga memiliki flora dan fauna peralihan endemik. Sedangkan
bagian timur Indonesia termasuk dalam kawasan lempeng Australia sehingga
memiliki flora dan fauna serupa dengan yang ada di Benua Australia.
·
Memiliki
sumber daya mineral yang beragam seperti berbagai jenis batuan, minyak bumi, dan
gas alam.
3.
Pemahaman Lokasi Melalui Peta
a. Komponen
Peta
Peta merupakan gambaran permukaan
bumi yang diperkecil dalam bidang datar menggunakan skala tertentu. Prihandito
mendefinisikan peta sebagai penyajian grafis bentuk ruang dan hubungan keruangan
berbagai perwujudan yang diwakili. Pembuatan peta memerlukan pengetahuan khusus
mengenai penggambaran permukaan bumi yang biasa disebut ilmu kartografi dan
orang yang ahli membuat peta dinamakan kartografer.
1) Judul peta
Judul peta merupakan identitas
untuk mengetahui dan menginterpretasikan daerah yang tergambar dalam peta.
Penulisan judul diletakkan di bagian tengah atas untuk memudahkan pengguna
dalam membaca peta.
2) Skala peta
Skala merupakan perbandingan
jarak pada peta dengan jarak sebenarnya. Skala terdiri dari tiga jenis yaitu,
skala numerik, skala verbal, dan skala grafis. Skala numerik merupakan skala
yang dinyatakan dengan angka pecahan seperti 1:100.000. Skala verbal merupakan
skala yang menunjukan jarak inci di peta sesuai jumlah mil di lapangan seperti
one inch to four mile yang berarti 1 inci di peta mewakili 4 mil jarak
sebenarnya di lapangan. Skala grafis merupakan skala yang ditunjukan dengan
garis atau grafik.
3) Simbol peta
Simbol peta mewakili objek
sebenarnya di lapangan. Berikut merupakan jenis-jenis simbol yang ada di peta:
a) Simbol titik: untuk
menggambarkan tempat atau data personal. Contoh: Ibukota kabupaten
b) Simbol garis: untuk
menggambarkan kenampakan yang ber hubungan dengan jarak. Contoh: rel kereta
api, sungai
c) Simbol area: untuk
menggambarkan objek yang memiliki luas tertentu. Contoh: rawa, danau.
4) Warna peta
Warna peta menggambarkan
kenampakan yang ada di peta. Berikut merupakan warna yang biasa digunaan untuk
menggambarkan berbagai kenampakan dalam peta:
·
Biru :
Perairan, daerah dingin
·
Kuning :
Gurun, dataran tinggi, vegetasi yang kering
·
Hijau :
Hutan, dataran rendah, vegetasi
·
Coklat :
Daerah perbukitan, kontur
·
Merah :
Gunung api, kota, jalan protokol
·
Hitam :
Batas wilayah
5) Legenda
Legenda merupakan keterangan
simbol-simbol yang ada dalam peta untuk mempermudah pengguna dalam membaca dan
menginterpretasikan peta. Letak legenda berada di sisi kanan atau kiri bagian
bawah peta.
6) Orientasi
Orientasi adalah arah mata angin
yang menunjukan arah utara, barat, selatan, dan timur daerah yang digambar.
7) Sumber dan Tahun pembuatan
Sumber dan tahun pembuatan
menunjukan informasi kepada pembaca mengenai sumber data yang digunakan dan
tahun pembuatan peta.
b.
Fungsi Peta
Pembuatan peta ditujukan untuk mempermudah
pengguna dalam mencari informasi. Informasi yang didapat ini bisa digunakan
sebagai landasan pengambilan keputusan. Berikut merupakan fungsi peta:
1) Memperlihatkan letak suatu tempat dengan tempat lainnya di
permukaan bumi.
2) Menunjukan ukuran suatu objek seperti jarak dan luas daerah.
3) Menampilkan bentuk objek di permukaan bumi misalnya bentuk
benua dan negara.
4) Menyajikan data mengenai potensi suatu daerah.
5) Memudahkan suatu pekerjaan seperti untuk perencanaan
pembangunan jalan.
Seiring perkembangan teknologi,
peta tidak hanya berwujud dalam bentuk kertas tetapi digital. Berbagai sektor
telah memanfaatkan dalam rangka menunjang usahanya. Tanpa disadari, kalian juga
telah memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti dimanfaatkan untuk:
■ Pengembangan
transportasi berbasis online
Sebelum adanya transportasi
berbasis online, pengguna transportasi publik harus mencari dan mendatangi
langsung untuk memesannya. Selain itu, pengguna juga harus bernegoisasi dengan
pemilik transportasi untuk menyepakati harga. Ini membutuhkan waktu lebih lama.
Adanya transportasi berbasis online dapat memberikan kemudahan kepada pengguna untuk menemukan
transportasi di sekitarnya dengan tarif yang telah disepakati sesuai aplikasi
yang digunakan.
■ Perhitungan
estimasi biaya ekspedisi pengiriman barang secara cepat
Salah satu faktor yang
memengaruhi biaya pengiriman adalah jarak lokasi pengiriman dengan lokasi
tujuan. Perusahaan ekspedisi pengiriman memanfaatkan data jarak untuk
mengetahui estimasi biaya pengiriman. Penjual dan pembeli juga tidak perlu
datang ke ekspedisi pengiriman untuk menanyakan estimasi biaya pengiriman
barang. Penjual dan pembeli dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui
aplikasi ekspedisi pengiriman yang digunakan.
■ Perhitungan
perkiraan lama waktu yang dibutuhkan untuk barang sampai pada alamat tujuan
Perkiraan lama waktu pengiriman
ini memiliki sistem yang mirip dengan perhitungan estimasi biaya pengiriman.
Data jarak, lalu lintas, dan jenis transportasi saling terintegrasi sehingga
dapat menghasilkan estimasi waktu pengiriman hingga barang dapat sampai pada
alamat tujuan.
■ Memudahkan
menemukan alamat tujuan
Ketika memesan makanan secara
online melalui aplikasi pemesanan, penggunaan peta digital memudahkan pengemudi
(driver) dalam menemukan restoran yang dituju. Setelah makanan siap diantarkan,
pengemudi akan mengantarkan makanan ke alamat pemesan yang juga memanfaatkan
peta digital. Selain itu, posisi pengemudi juga dapat terpantau dari layar
handphone.
Peta digital juga dimanfaatkan
sebagai pengganti denah dalam undangan. Penulisan alamat tujuan pada undangan
biasanya dilengkapi dengan denah. Se iring perkembangan teknologi, banyak
undangan yang dibuat dalam bentuk digital. Alamat tujuan yang dicantumkan dalam
undangan digital memanfaatkan peta digital yang dibuat dalam bentuk barcode
atau tautan yang akan menghubungkan dengan alamat tujuan.
■ Menyajikan
berbagai alternatif jalan yang dapat dipilih agar waktu lebih efisien.
Seseorang yang akan menuju lokasi
tertentu dapat memilih dari berbagai rute jalan yang disajikan. Kondisi
kepadatan lalu lintas juga dapat ditampilkan sehingga pengguna dapat memilih
rute yang efisien dan cepat untuk sampai ke tujuan.
C. Sosialisasi dalam Masyarakat
1.
Sejarah Lisan
Budaya tradisi lisan sudah
diturunkan dari masa lalu oleh nenek moyang kalian. Cerita rakyat yang kalian
sudah tuliskan pada kolom atas merupakan cerita yang sudah turun-temurun
dilestarikan. Kalian kelak juga akan menurunkan cerita-cerita tersebut kepada
anak cucu kalian nanti.
Cerita rakyat pada mulanya tidak
dibuat untuk anak-anak. Namun pada abad ke-19, cerita rakyat dibuat untuk
digunakan sebagai bahan pendidikan bagi anak-anak. Seperti cerita Si Pitung
dari Jakarta yang mengajarkan untuk kebaikan, tolong menolong, dan berani.
Cerita rakyat yang turun-temurun sudah disesuaikan untuk pembaca dan pendengar.
Cerita rakyat dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu mitos (myth),
legenda (legend), dan dongeng (folktale).
Jejak-jejak masa lampau sebagai
sumber sejarah digolongkan dalam tiga jenis yaitu sumber tertulis, sumber
lisan, dan sumber benda (artefak). Sumber tertulis diantaranya prasasti,
silsilah keluarga (dokumen tertulis), surat kabar, buku harian, piagam, babad,
dokumen, biografi, jurnal, surat, laporan, notulen rapat, dan sebagainya.
Sumber benda dalam sejarah yaitu monumen (piramid, masjid, candi, makam,
gereja, patung, lukisan), ornamen (relief, gambar-gambar), dan grafis (peta,
perencanaan kota, sketsa topografis, sidik jari, tabel statistik, dan
lain-lain), dan fonografis (rekaman suara).
Sementara sumber lisan dapat
dibedakan menjadi dua jenis. Pertama, kesaksian lisan oleh pelaku yang terlibat
secara langsung dalam peristiwa sejarah (oral history). Pada saat melakukan
wawancara dengan saksi sejarah direkam dan ditranskripkan ke dalam kertas.
Sumber lisan yang kedua berupa
tradisi lisan (oral tradition), misalnya mitos, legenda, dongeng, dan cerita
rakyat. Tradisi lisan lebih sulit untuk dianalisis oleh seorang sejarawan
karena perlu menangkap kenyataan di belakang ceritanya yang didukung dokumen
seperti arsip atau buku.
Mitos adalah cerita yang dianggap
benar terjadi dan suci oleh masyarakat pemilik cerita tersebut. Legenda
merupakan cerita rakyat jaman dahulu yang dianggap benar-benar terjadi oleh
pemilik cerita. Dongeng merupakan prosa yang dianggap tidak benar-benar terjadi
oleh yang memiliki cerita. Isi dongeng kebanyakan penuh dengan khayalan.
Melalui cerita rakyat nenek
moyang kalian menjawab berbagai pertanyaan yang muncul dari anak-anak mereka
atau cucu-cucu mereka. Seperti contoh ketika sudah malam anak-anak tidak
diperbolehkan bermain di luar rumah karena akan diculik oleh hantu. Penjelasan
ilmiahnya adalah ketika malam dan suasana gelap maka anak-anak akan kesulitan untuk
melihat keadaan sekitar. Anak-anak yang bermain dikhawatirkan akan mengalami
kecelakaan atau kehilangan arah untuk pulang. Cerita rakyat mempunyai ciri-ciri
di antaranya:
a.
Penyebaran dan pelestariannya
dilakukan dengan tradisi lisan yaitu melalui penuturan dari orang ke orang
lain.
b. Bersifat tradisional dan disebarkan antargenerasi dalam waktu
yang cukup lama.
c.
Cerita rakyat itu ada dengan
versi-versi dan perbedaan dari setiap daerah sehingga menjadi berbeda alur dari
ceritanya satu sama lain.
d. Penciptanya tidak diketahui.
e. Menjadi milik bersama.
f. Mempunyai kegunaan dalam kehidupan.
g. Mempunyai logika sendiri yang membedakan dengan logika umum.
Cerita rakyat memiliki banyak
nilai-nilai luhur yang berkaitan dengan nilai-nilai budi pekerti seperti
keimanan, jujur, adil, bekerja keras, rendah hati, bekerja sama, keberanian,
rela berkorban, tolong menolong, kerurukunan, dan sebagainya.
2.
Manusia sebagai Makhluk Sosial dan
Ekonomi yang Bermoral
a.
Manusia sebagai Makhluk Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial
dapat diartikan bahwa manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dan
membutuhkan bantuan orang lain. Manusia memiliki keterbatasan sumber daya untuk
memenuhi kebutuhannya sehingga manusia saling bergantung satu dengan lainnya.
b.
Manusia sebagai Makhluk Ekonomi
yang Bermoral
Kebutuhan manusia yang tidak
terbatas membuat manusia melakukan berbagai cara agar tujuan kebutuhannya dapat
terpenuhi. Keinginan manusia untuk dapat memenuhi kebutuhannya merupakan
perwujudan manusia sebagai makhluk ekonomi. Dalam pemenuhan kebutuhannya,
manusia dibatasi oleh hak-hak orang lain sebagai perwujudan makhluk bermoral.
Sebagai makhluk ekonomi yang bermoral, manusia setidaknya memiliki empat
ciri-ciri sebagai berikut:
1) Melakukan tindakan rasional.
2)
Fokus pemenuhan kebutuhan untuk
kepentingan diri sendiri tanpa mengabaikan norma/nilai/aturan yang berlaku di
masyarakat.
3) Pengambilan keputusan dalam rangka memenuhi kebutuhan sesuai
dengan tujuan.
4) Sulit merasa puas.
5) Ada preferensi pribadi dalam menentukan aktivitas pemenuhan
kebutuhan.
3.
Sosialisasi
Manusia adalah makhluk sosial
yang menghabiskan kehidupan dengan cara berinteraksi dengan individu lain.
Sosialisasi adalah proses sosial seumur hidup untuk mempelajari pola budaya,
perilaku, dan harapan. Melalui sosialisasi, kita mempelajari nilai-nilai
budaya, norma, dan peran.
a.
Hakikat Sosialisasi
Sosialisasi adalah proses
interaksi yang dilakukan secara terus-menerus sehingga membentuk kepribadian
seorang individu. Dapat dikatakan, sosialisasi merupakan proses seumur hidup
yang berkaitan dengan cara individu mempelajari nilai dan norma sosial yang ada
atau berlaku di masyarakat agar dapat diterima kelompoknya. Sosialisasi dapat
dilakukan oleh berbagai individu termasuk orang tua, guru, teman sebaya,
saudara kandung lewat sekolah, televisi, internet, ataupun media sosial.
b.
Agen Sosialisasi
Sosialisasi terjadi di seluruh
rentang hidup dan sampai batas tertentu. Interaksi sosial meliputi perpindahan
individu dari satu tempat ke tempat yang lain, peran dalam hidup mereka mulai
dari lulus sekolah, memperoleh pekerjaan menikah, memiliki anak, hingga
pensiun. Berikut merupakan agen-agen sosialisasi:
■ Keluarga
Keluarga merupakan agen
sosialisasi pertama dan terpenting. Agen sosialisasi keluarga terdiri dari
sistem keluarga inti (nuclear family) dan sistem kekerabatan (extended family).
Keluarga inti meliputi ayah, ibu, dan saudara kandung maupun angkat yang
tinggal dalam satu rumah. Sedangkan sistem kekerabatan meliputi kakek, nenek,
paman, dan bibi. Keluarga termasuk kelompok primer yang memiliki intensitas
tinggi dalam mengawasi anggota keluarganya. Sosialisasi dalam keluarga dapat
memengaruhi pembentukan kepribadian anak.
■ Sekolah
Individu dihadapkan pada berbagai
pengalaman berbeda di sekolah. Mereka berinteraksi dengan orang-orang dari
berbagai latar belakang agama, kelas sosial, ras, etnis, dan kebudayaan.
Sosialisasi di sekolah memiliki tujuan menanamkan nilai kedisiplinan yang
berorientasi mempersiapkan peran peserta didik pada masa mendatang. Agen
sosialisasi sekolah merupakan bentuk dari sosialisasi sekunder.
■ Kelompok
Sepermainan
Sosialisasi juga terjadi di
antara kelompok sepermainan, baik teman sebaya maupun tidak sebaya. Kelompok
sepermainan dapat memengaruhi kebiasaan belajar, selera musik, sudut pandang,
dan bahkan gaya berpakaian. Agen sosialisasi kelompok sepermainan merupakan
bentuk dari sosialisasi sekunder.
■ Media Massa
Media massa adalah sarana
komunikasi satu arah ke masyarakat luas. Informasi yang disampaikan melalui
media dapat menyebar secara cepat dan luas ke seluruh lapisan dan golongan
masyarakat. Jenis media massa dapat berupa televisi, surat kabar, majalah,
film, radio, dan media sosial digital lainnya. Individu akan dihadapkan pada berbagai
perilaku, ide, kepercayaan, dan nilai melalui media. Agen sosialisasi media
massa merupakan bentuk dari sosialisasi sekunder.
c.
Proses Sosialisasi
Berdasarkan teori perkembangan
kognitif Jean Piaget, proses sosialisasi menekankan pada kemampuan anak untuk
memahami dunia. Piaget menjelaskan adanya perbedaan tahap anak-anak dalam
belajar untuk berpikir tentang diri mereka sendiri dan lingkungan mereka.
Tahapan tersebut di antaranya:
■ Sensorimotor (0-2
tahun)
Sensorimotor merupakan tahap
pertama bayi belajar terutama dengan menyentuh benda, memanipulasinya, dan
secara fisik menjelajahi lingkungannya. Pencapaian utama pada tahap ini adalah
pemahaman anak bahwa lingkungannya memiliki sifat yang berbeda dan stabil.
■ Pra-operasional
(2-7 tahun)
Pada tahap ini anak sudah
menguasai bahasa dan menggunakan kata-kata untuk merepresentasikan objek dan
gambar secara simbolis. Anak-anak berbicara bersama tetapi tidak dengan satu
sama lain dalam arti yang sama seperti orang dewasa.
■ Operasional konkret
(7-11 tahun)
Pada fase ini, anak-anak telah
memahami pengertian logis seperti hubungan sebab dan akibat. Seorang anak pada
tahap perkembangan ini akan mengenali alasan yang salah dan mampu melaksanakan
operasi hitungan matematika sederhana (mengalikan, membagi, dan mengurangi).
■ Operasional formal
(11-15 tahun)
Tahap ini merupakan tahap remaja.
Selama masa remaja, anak yang beranjak dewasa lebih mampu memahami ide-ide yang
sangat rumit. Ketika dihadapkan pada suatu masalah, anak-anak pada tahap ini
mampu meninjau semua cara yang mungkin untuk dilakukan dan melaluinya secara
teoritis untuk mencapai solusi.
4.
Nilai dan Norma
a. Definisi
Nilai dan Norma
Nilai dapat dilihat sebagai
sesuatu yang absolut, melekat pada objek, hadir dalam diri manusia, dan identik
dengan perilakunya. Franz mengemukakan, norma dapat dilihat sebagai kumpulan
perilaku verbal dan nonverbal.
Norma merupakan aturan atau cara
yang diterapkan masyarakat agar sesuai dengan nilai yang dianut oleh masyarakat
setempat. Sebagai contoh, norma berpakaian atau etika berpakaian akan sama
dengan tata cara berpakaian. Seorang individu harus menyesuaikan dengan nilai
yang dianut masyarakat dalam berpakaian.
Norma diturunkan dari nilai-nilai
sosial yang ada di masyarakat. Stolley menyatakan bahwa masyarakat akan
membutuhkan norma untuk memelihara tatanan sosial yang stabil. Norma dapat
berubah-ubah seiring berjalannya waktu, misalnya dahulu wanita yang memakai
celana dianggap melanggar norma tetapi saat ini merupakan hal yang biasa.
b. Jenis-Jenis
Nilai dan Norma
1) Jenis-Jenis Nilai
Jenis-jenis nilai berkembang
menjadi beraneka ragam, tergantung pada kategori penggolongannya. Notonagoro
membagai nilai menjadi tiga macam, yaitu:
a) nilai material
adalah segala hal yang bermanfaat bagi jasmani manusia, seperti makanan dan
pakaian.
b) nilai vital
merupakan segala hal yang bisa digunakan manusia untuk melakukan kegiatan atau
aktivitas, misalnya jaring untuk nelayan, payung ketika musim hujan, dan lain
sebagainya.
c) nilai kerohanian
adalah segala sesuatu yang bermanfaat bagi rohani manusia, meliputi:
• Nilai Kebenaran:
bersumber dari unsur akal manusia. Contoh nilai kebenaran yaitu hakim yang
bertugas memberi putusan pengadilan.
• Nilai Keindahan:
berasal dari perasaan dan estetis manusia. Contoh mengoleksi perangko, menanam
tanaman hias, dan membeli lukisan.
• Nilai
Kebaikan/Moral: berasal dari kehendak atau kemauan manusia. Contohnya tidak
memotong pembicaraan orang lain, meminjamkan pulpen kepada teman yang lupa
membawa alat tulis.
• Nilai Religius:
merupakan nilai ketuhanan yang tertinggi dan mutlak. Contohnya, beribadah tepat
waktu, menjalankan perintah yang diajarkan dalam agama yang dianut.
2) Jenis-jenis Norma
a) Norma
Agama
Norma agama atau religi memuat
aturan yang menata kehidupan manusia yang bersumber dari Tuhan. Norma agama
terdiri dari sekumpulan perintah dan larangan manusia untuk berlaku, yang oleh
pemeluknya diyakini kebenaran dan konsekuensinya. Norma tersebut tidak hanya
mengatur hubungan vertikal, antara manusia dan Tuhan (ibadah), tetapi juga
hubungan horizontal, yakni hubungan sesama manusia.
b) Norma Kesusilaan
Norma kesusilaan berasal dari
hati nurani yang dipraktikkan secara berulang dan menjadi kebiasaan. Norma
kesusilaan merupakan susunan dari aturan-aturan hidup tentang cara manusia
bertingkah laku dalam kehidupan. Pelanggaran terhadap norma kesusilaan seringkali
diangap sebagai pelanggaran terhadap ajaran agama. Contohnya membentak atau
melawan orang tua dinilai sebagai tindakan yang melanggar kesusilaan dalam
berbagai agama. Pelanggaran terhadap norma kesusilaan artinya mengingkari hati
nuraninya sendiri.
c) Norma Kesopanan
Norma kesopanan berisi
seperangkat aturan yang menjadi panduan tingkah laku seseorang agar sesuai
dengan kaidan sopan santun untuk dapat diterima untuk hidup dalam lingkungan
masyarakat. Norma ini bersumber dari budaya dan adat istiadat masyarakat.
Perbuatan yang dianggap sopan oleh suatu kelompok masyarakat mungkin dapat
dianggap tidak sopan bagi kelompok masyarakat lainnya. Sebagai contoh: duduk di
kursi sedangkan orang tua duduk di lantai dapat dianggap melanggar norma
kesopanan di beberapa wilayah, tetapi hal tersebut belum tentu melanggar norma
kesopanan di wilayah lain.
Norma kesopanan dapat berubah
seiring dengan sifat masyarakat yang juga dinamis dan mengalami perubahan.
Pelanggaran terhadap norma kesopanan akan memperoleh sanksi yang berupa
sindiran, celaan, teguran cemoohan, bahkan diasingkan oleh masyarakat.
d) Norma Hukum
Norma hukum tersusun atas
aturan-aturan yang dibuat lembaga-lembaga resmi tertentu, seperti lembaga
pemerintah suatu negara. Norma hukum bersifat memaksa, tegas, dan mengikat
warga negara. Contoh dari norma hukum yaitu adanya aturan mengenai hukuman bagi
pelanggaran lalu lintas.
c. Peranan
Nilai dan Norma
Nilai dan norma dibutuhkan dalam
kehidupan untuk menjaga kestabilan kehidupan dalam masyarakat. Berikut peran
nilai dan norma lainnya:
1)
Mengatur kehidupan masyarakat untuk
membentuk pola perilaku masyarakat yang tidak merugikan atau merusak tatanan
yang ada dalam masyarakat.
2)
Menyeimbangkan hak dan kewajiban
dalam masyarakat, sehingga tidak ada pihak yang merasakan ketidakadilan atas
perilaku pihak lain.
3)
Nilai berfungsi sebagai alat
motivasi dan kontrol sosial. Norma merupakan pedoman bagi individu untuk
berlaku di dalam masyarakat. Norma juga berperan untuk mengatur, mengendalikan,
memberi sanksi serta memaksa anggotanya untuk bertingkah laku di tengah
masyarakat.
5.
Interaksi Antarwilayah
Fenomena perbedaan satu tempat
dengan tempat lain menjadikan tempat tersebut unik. Interaksi merupakan
peristiwa saling memengaruhi daya, objek, atau tempat satu wilayah dengan
wilayah lainnya. Setiap wilayah memiliki potensi sumber daya dan kebutuhan yang
berbeda dengan tempat lain. Hal inilah yang mendasari terjadinya interaksi
antarwilayah dalam rangka memenuhi kebutuhan.
Penggunaan lahan di perdesaan didominasi
lahan pertanian termasuk perkebunan dan perikanan sehingga memiliki ruang
terbuka yang lebih luas dibandingkan areal terbangun. Sedangkan penggunaan
lahan di perkotaan memiliki heterogenitas yang lebih tinggi dibandingkan
wilayah perdesaan. Hal ini membuat wilayah perdesaan dapat menghasilkan bahan
pangan yang dibutuhkan penduduk perkotaan.
D. Aktivitas Memenuhi Kebutuhan
1.
Kebutuhan Hidup Manusia
a. Pengertian
Kebutuhan
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa
Indonesia, kebutuhan berasal dari kata “butuh” yang bermakna yang diperlukan
atau yang dibutuhkan. Sedangkan arti kata kebutuhan sendiri merupakan sesuatu
yang dibutuhkan dapat berupa tempat, orang, atau semua benda dan yang
dibendakan. Kebutuhan merupakan keinginan atas barang dan jasa yang menuntut
adanya pemenuhan, ketika barang dan jasa yang diinginkan tidak terwujud akan
berpengaruh terhadap kehidupannya. Misalnya seseorang yang lapar dan ingin
makan, ketika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi maka kelangsungan hidup orang
tersebut akan terpengaruh.
Kebutuhan dan keinginan merupakan
hal yang berbeda. Philip Kotler menyatakan, keinginan merupakan kebutuhan
manusia yang terbentuk oleh budaya dan kepribadian seseorang. Contoh kebutuhan
adalah makanan, tempat tinggal, pakaian, komunikasi, pendidikan, dan kesehatan
sedangkan contoh keinginan adalah makanan yang enak, rumah mewah, mobil baru,
handphone canggih, dan sebagainya.
b. Jenis-jenis
Kebutuhan Manusia
1) Kebutuhan Berdasarkan Tingkat
Kepentingan
Kebutuhan berdasarkan tingkat
kepentingan atau biasa disebut dengan kebutuhan berdasarkan intensitasnya ini
membedakan kebutuhan berdasarkan tingkat seberapa penting seseorang untuk
memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingannya dibedakan
menjadi kebutuhan primer, kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier.
a)
Kebutuhan Primer
Kebutuhan primer merupakan
kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia, apabila tidak terpenuhi atau
pemenuhannya ditangguhkan akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidupnya.
Kebutuhan primer disebut juga dengan kebutuhan utama.
Kebutuhan primer meliputi
kebutuhan akan makan, pakaian, tempat tinggal. Makan merupakan kebutuhan utama
manusia, jika kebutuhan ini tidak terpenuhi maka kelangsungan hidup seseorang
akan terganggu. Pakaian juga merupakan kebutuhan utama karena tanpa pakaian
yang memadai akan mengganggu manusia dalam aktivitas sosialnya. Selain itu
tempat tinggal juga merupakan kebutuhan primer bagi manusia, karena tempat
tinggal berfungsi sebagai tempat untuk beristirahat, berlindung dan berteduh.
b)
Kebutuhan Sekunder
Kebutuhan sekunder termasuk dalam
kebutuhan pelengkap karena kebutuhan ini akan dipenuhi dan diusahakan setelah
kebutuhan primer dapat terpenuhi. Apabila kebutuhan sekunder belum bisa
terpenuhi maka tidak akan menganggu kelangsungan hidup seseorang. Misalnya TV,
radio, dan buku.
c)
Kebutuhan Tersier
Kebutuhan tersier merupakan
kebutuhan terhadap barang yang dianggap mewah. Kebutuhan ini termasuk kebutuhan
ketiga setelah kebutuhan primer dan sekunder. Misalnya membeli jam, tas atau
mobil mewah untuk meningkatkan status sosialnya di masyarakat.
2) Kebutuhan Berdasarkan Waktu Pemenuhan Kebutuhan
a)
Kebutuhan Sekarang
Kebutuhan sekarang merupakan
kebutuhan yang harus dipenuhi pada saat dibutuhkan. Artinya kebutuhan ini harus
dipenuhi pada saat itu juga dan tidak dapat ditunda pemenuhannya, apabila tidak
dapat dipenuhi akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup seseorang. Misalnya
seseorang yang sakit maka membutuhkan obat atau dilakukan perawatan, ketika
obat tidak diberikan pada saat itu, akan menimbulkan resiko yang bisa
memengaruhi kelangsungan hidup seseorang. Selain itu dalam bidang jasa,
kebutuhan akan petugas pemadam kebakaran saat terjadi kebakaran. Apabila
kebutuhan akan petugas kebakaran tidak dipenuhi pada waktu tersebut akan
mengganggu kelangsungan hidup seseorang.
b) Kebutuhan Masa Mendatang
Kebutuhan masa mendatang
merupakan kebutuhan yang waktu pe menuhannya bisa dilakukan pada masa
mendatang. Untuk memenuhi kebutuhan masa mendatang dapat dipersiapkan dan direncanakan
mulai sekarang. Misalnya seseorang yang ingin melakukan ibadah haji di masa
mendatang, dapat menabung mulai saat ini.
c) Kebutuhan Mendesak
Kebutuhan mendesak merupakan ke
butuhan yang terjadi secara tiba-tiba dan sifatnya insidental. Seseorang perlu
mempunyai dana darurat untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan yang sifat nya
mendesak. Misalnya masyarakat yang terkena musibah banjir bandang membutuhkan
pertolongan berupa makan an siap makan dan pakaian bersih saat itu juga.
d) Kebutuhan Sepanjang Waktu
Kebutuhan sepanjang waktu
merupakan ke butuhan yang dipenuhi sepanjang waktu sampai seseorang tersebut
tidak membutuhkannya lagi. Misalnya kebutuhan akan pendidikan. Seseorang terus
menerus belajar sampai akhir hayatnya
3) Kebutuhan Berdasarkan Sifat
a) Kebutuhan Jasmani
Kebutuhan jasmani (kebutuhan
fisik) merupakan kebutuhan yang pemenuhan kebutuhannya akan memberikan kepuasan
kepada badan atau jasmani seseorang. Jenis alat pemuas kebutuhan ini biasanya
berupa benda atau kegiatan fisik yang berfungsi untuk menyegarkan badan seperti
olahraga. Contoh lain berupa makanan dan obat obatan yang manfaatnya langsung
dirasakan oleh jasmani seseorang.
b) Kebutuhan Rohani
Kebutuhan rohani merupakan ke
butuhan yang pemenuhan kebutuhannya a kan memberikan kepuasan kepada ro hani
atau batin seseorang. Kebutuhan ini diperlukan untuk menjaga kesehatan mental
dan rohani seseorang. Contoh kebutuhan ini adalah rekreasi setelah bekerja
terus menerus atau kajian rohani rutin untuk meningkatkan keimanan. Jika kebutuhan
rohani ini terpenuhi, biasanya seseorang akan merasa lebih tenang, puas dan
merasa aman.
4) Kebutuhan Berdasarkan Subjek
a) Kebutuhan Individu
Kebutuhan individu merupakan
kebutuhan yang kepuasan dan tujuan pemenuhannya dirasakan oleh individu atau seseorang.
Jika kebutuhan ini terpenuhi maka individu tersebut yang merasakan manfaatnya.
Kebutuhan setiap individu berbeda-beda. Contoh, makanan bagi yang lapar, obat
bagi yang sakit atau mobil bagi supir taksi online.
b) Kebutuhan Kelompok
Kebutuhan kelompok merupakan
kebutuhan yang kepuasan dan tujuan pemenuhannya dirasakan oleh kelompok atau
golongan masyarakat tertentu. Karena manfaat kebutuhan ini dirasakan oleh semua
kelompok, biasanya dalam proses pemenuhannya juga dilakukan secara bersamasama.
Contoh: pembangunan tempat ibadah untuk masyarakat suatu daerah, perbaikan
jalan pedesaan atau pembangunan jembatan penghubung antardesa.
c.
Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan
1) Jenis Kelamin
Jenis kelamin memengaruhi
kebutuhan individu. Kebutuhan antara lakilaki dan perempuan akan sangat berbeda
dalam beberapa hal, misalnya pakaian. Wanita membutuhkan tas, baju, aksesoris,
sepatu dan juga riasan wajah untuk bekerja atau sekadar bepergian. Sedangkan
laki-laki memiliki kebutuhan yang lebih simpel seperti baju, sepatu dan tas.
2) Tingkat Pendidikan
Perbedaan tingkat pendidikan
antar individu akan memengaruhi kebutuhan. Siswa SD membutuhkan buku dan alat
tulis untuk belajar dan mengerjakan tugas. Siswa SMA/SMK membutuhkan buku, alat
tulis dan laptop untuk mengerjakan tugas. Dan tentu akan berbeda lagi dengan
kebutuhan mahasiswa.
3) Lingkungan Tempat
Tinggal
Lingkungan tempat tinggal yang
berbeda mengakibatkan perbedaan kebutuhan. Seseorang yang tinggal di wilayah
pegunungan cenderung membutuhkan pakaian yang hangat, sebaliknya orang yang
tinggal di wilayah dengan cuaca panas cenderung membutuhkan pakaian yang lebih
tipis.
4) Kemajuan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi
Kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi memengaruhi kebutuhan seseorang. Jika pada tahun 2000-an masyarakat
hanya membutuhkan telepon kabel, kemudian dengan perkembangan teknologi
masyarakat membutuhkan telepon tanpa kabel, pada perkembangan selanjutnya
masyarakat membutuhkan telepon yang dilengkapi dengan kamera, dan pada
perkembangan saat ini telepon tidak hanya menyajikan komunikasi dua arah
melainkan dengan beberapa orang sekaligus dalam satu waktu yang sama, bahkan
menjadi produk multiguna yang juga bisa digunakan untuk membeli barang,
transaksi pembayaran dan fotografi dengan hasil maksimal.
5) Pendapatan
Besarnya pendapatan seseorang
akan berpengaruh terhadap kebutuhannya, semakin besar pendapatan seseorang maka
kebutuhannya juga semakin besar. Sebaliknya seseorang dengan pendapatan rendah
akan memiliki kebutuhan yang cenderung lebih sedikit.
6) Status Sosial
Seseorang yang memiliki status
sosial tinggi di masyarakat akan memiliki kebutuhan yang semakin tinggi pula.
7) Selera
Selera setiap orang berbeda-beda
sehingga kebutuhannya pun akan berbeda. Seseorang akan memenuhi kebutuhannya
berdasarkan selera yang dimiliki.
8) Adat Istiadat
Indonesia merupakan negara yang
kaya akan adat istiadat. Setiap daerah memiliki adat istiadat yang berbeda
dengan daerah lain dan memengaruhi kebutuhan masyarakatnya.
d. Jenis-jenis
Alat Pemuas Kebutuhan
1) Alat Pemuas Kebutuhan
Berdasarkan Cara Memperolehnya
Berdasarkan cara memperolehnya,
alat pemuas kebutuhan dibagi menjadi dua yaitu barang bebas dan barang
ekonomis.
2) Alat Pemuas Kebutuhan
Berdasarkan Hubungannya dengan Barang Lain
Berdasarkan hubungannya dengan
barang lain, alat pemuas kebutuhan dapat dibedakan menjadi barang substitusi
dan barang komplementer.
3) Alat Pemuas Kebutuhan
Berdasarkan Tujuan Penggunaanya
Berdasarkan tujuan penggunaanya,
alat pemuas kebutuhan dapat dibedakan menjadi barang produksi dan barang
konsumsi.
4) Alat Pemuas Kebutuhan
Berdasarkan Proses Pembuatannya
Berdasarkan proses pembuatannya,
alat pemuas kebutuhan dibedakan menjadi barang mentah, barang setengah jadi dan
barang jadi.
|
Lampiran 3 |
: Glosarium |
Sejarah
keluarga, sejarah lisan, peta, kebutuhan manusia, sosialisasi
|
Lampiran 4 |
: Daftar
Pustaka |
·
Buku Guru
dan Buku Paket Siswa IPS Kelas VII
Penerbit Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
·
Sumber lain
yang Relevan
·
Internet
ilmuguru .org
·
Dan
Lingkungan sekitar dan Lain-lain